Surat buat Perempuan
Di mana sebentuk cinta yang berdiam di dadamu? Surat cinta yang dituliskan dengan sebegitu lelah, mengeringkan dedaunan, juga jalanan yang basah sehabis hujan. Mungkin, tubuhmu akan ringan dan tergenang di antara kesepianku. Meski, berpuluh tahun kurindukan aroma melati dan ringkih sunyi yang tak terbagi, pada catatan batin kita yang telah begitu tua..
Aku tak sempat menuliskan semua itu. Cuaca mendadak linglung, dan kabut menebal di wajahku, melahirkan kebisuan yang tak berwarna. Kenangan jadi kelabu. Aku berpikir, apakah selalu kutanamkan kecurigaan yang lindap kepadamu?
Pada pertikaian gagap yang menyekap tubuh di suatu kota, sketsa wajah yang hambar, membenamkan kembali di sebuah rumah dan senyum yang tanggal setiap hari.
Malam ini, aku rindu, betapa sepi telah lama tinggal di dada, menantimu seusai perjalanan panjang ini. Tak juga tiba. Kemudian, percakapan kita berhenti, tak lagi bisa mengukir cinta yang makin basah, sehabis hujan…
0 Comments:
Post a Comment
<< Home